Car Free Day Pontianak Kembali Dibuka Setelah Hampir Dua Bulan Ditutup
- account_circle Puneo Eka Damatra
- calendar_month Senin, 5 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga Pontianak antusias berolahraga di Car Free Day Ayani, Minggu (4/10/2026) (Foto: Prokopim)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakdigital.com, Pontianak – Kegiatan Car Free Day (CFD) kembali digelar di Kota Pontianak setelah hampir dua bulan ditutup akibat kualitas udara yang buruk. CFD kembali dibuka di kawasan Jalan A Yani pada Minggu (4/10/2026) seiring meredanya kabut asap dan langsung dipadati warga yang datang untuk berolahraga, berjalan-jalan hingga menikmati kuliner bersama keluarga.
Pembukaan kembali CFD menjadi tanda aktivitas ruang publik di Kota Pontianak mulai kembali berjalan setelah sebelumnya masyarakat membatasi kegiatan di luar ruangan akibat kabut asap karhutla.
Salah seorang mahasiswa, Rama, mengaku senang dengan kembali dibukanya kegiatan CFD setelah beberapa bulan tidak dapat berlangsung akibat kabut asap. Menurutnya, CFD menjadi salah satu tempat untuk berolahraga sekaligus bersantai pada akhir pekan.
“Menurut saya senang ya CFD akhirnya dibuka lagi. Soalnya sudah beberapa bulan tidak ada karena kabut asap. Biasanya hari Minggu bisa olahraga atau sekadar jalan-jalan di CFD, jadi sekarang bisa dilakukan lagi,” ujar Rama.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembukaan kembali CFD disambut antusias oleh masyarakat yang telah lama menantikan aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga di ruang terbuka.
“Hari ini sudah mulai dibuka kembali. Kita lihat masyarakat sangat antusias,” ujar Edi.
Menurut Edi, CFD tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi keluarga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di sektor kuliner.
“Kawasan Car Free Day ini menjadi sarana olahraga, keluarga, dan juga kuliner UMKM. Sekarang semuanya mulai aktif lagi,” katanya.
Pembukaan CFD dilakukan seiring membaiknya kualitas udara di Kota Pontianak. Meski demikian, Pemerintah Kota Pontianak tetap memantau kondisi udara sebelum memastikan kegiatan tersebut dapat terus berlangsung setiap pekan.
Edi mengatakan kondisi kesehatan masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan di ruang terbuka. Jika kualitas udara kembali memburuk, pelaksanaan CFD akan dievaluasi.
“Kita tetap melihat perkembangan kualitas udara. Itu menjadi salah satu faktor penting,” jelasnya.
Ia berharap kualitas udara di Kota Pontianak terus membaik sehingga aktivitas masyarakat, olahraga, dan kegiatan ekonomi pelaku UMKM dapat kembali berjalan normal.
“Semoga kualitas udara kita terus membaik sehingga kegiatan ekonomi, olahraga dan lainnya bisa berjalan normal,” pungkas Edi.
- Penulis: Puneo Eka Damatra

Saat ini belum ada komentar