Nuanu Gandeng Kolektif Seni Independen, Hadirkan Dua Pameran Kontemporer di Bali
- account_circle Puneo Eka Damatra
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakdigital.com, Bali – Nuanu Creative City menghadirkan dua pameran seni kontemporer bertajuk Lucid Dreams dan Repetisi Memori di Labyrinth Art Gallery, Bali. Pameran ini melibatkan Ruang Fungsi dan Pando Art Collective bersama 17 seniman kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung selama satu bulan, dari 18 Juli hingga 18 Agustus 2026. Program ini digelar sebagai bentuk komitmen Nuanu untuk memperluas akses dan visibilitas komunitas seni independen Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan dua kolektif seni independen yang menampilkan karya seni lukis, instalasi, dan media campuran dalam satu ruang pamer bersama.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi seniman, institusi seni, dan masyarakat untuk saling terhubung melalui kreativitas dan pertukaran budaya.
“Sebagai sebuah platform yang mendorong kreativitas dan pertukaran budaya, kami sangat antusias menyaksikan berbagai percakapan, kolaborasi, serta pengalaman baru yang akan tumbuh dari pertemuan ini,” ujar Kroll, dalam keterangan rilis, Senin (20/7).
Pando Art Collective menghadirkan pameran Lucid Dreams yang dikurasi Samuel David. Pameran tersebut mengeksplorasi hubungan antara imajinasi, ingatan, dan alam bawah sadar melalui berbagai karya seni yang mengangkat simbolisme, intuisi, dan pengalaman personal.
Sementara itu, Ruang Fungsi mempersembahkan Repetisi Memori, pameran yang mengangkat tema ingatan sebagai sesuatu yang terus disusun kembali melalui pengalaman hidup, tempat, dan waktu. Pameran ini menampilkan karya sejumlah seniman yang aktif dalam perkembangan seni kontemporer di Indonesia.
Director of Special Art Projects Nuanu Creative City, Kelsang Dolma, mengatakan pihaknya ingin membuka peluang bagi komunitas seni independen Indonesia untuk menjangkau audiens yang lebih luas melalui Labyrinth Art Gallery.
“Melalui Labyrinth, kami ingin membuka kesempatan bagi komunitas-komunitas tersebut untuk menghadirkan para senimannya di Bali dan memperkenalkan mereka kepada audiens baru,” kata Dolma, dalam keterangan rilis, Senin (20/7).
Pameran Lucid Dreams dan Repetisi Memori dapat dikunjungi di Labyrinth Art Gallery, Bali tanpa biaya tambahan bagi seluruh pengunjung Nuanu Creative City.
- Penulis: Puneo Eka Damatra

Saat ini belum ada komentar