Anthropic Luncurkan Layanan Gratis untuk Mendeteksi Celah Keamanan pada Perangkat Lunak
- account_circle Puneo Eka Damatra
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Layanan gratis berbasis kecerdasan buatan ini membantu pengembang menemukan celah keamanan pada perangkat lunak sumber terbuka lebih cepat, tanpa pemeriksaan awal oleh manusia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakdigital.com, San Francisco – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic meluncurkan layanan gratis untuk membantu menemukan celah keamanan pada perangkat lunak sumber terbuka atau open source melalui OSS Scanner, yang diumumkan pada 8 Oktober 2026, guna membantu pengembang melindungi perangkat lunak mereka dari risiko peretasan dan penyalahgunaan, dengan memanfaatkan teknologi AI untuk memeriksa kode program dan mengirimkan laporan jika ditemukan masalah keamanan.
Layanan ini dikembangkan setelah Anthropic menggunakan Claude, model AI buatannya, untuk mencari celah keamanan pada berbagai perangkat lunak. Selama enam bulan terakhir, perusahaan menemukan lebih dari 29.000 kemungkinan masalah keamanan. Namun, sekitar 6.000 temuan baru berhasil diperiksa dan dinilai secara manual.
Banyaknya temuan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan keamanan membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Karena itu, Anthropic menghadirkan OSS Scanner agar pengelola perangkat lunak dapat menerima laporan lebih cepat dan mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.
Melalui layanan ini, AI akan memeriksa kode program dan mengirimkan laporan ketika menemukan bagian yang berpotensi menimbulkan masalah keamanan. Laporan tersebut dapat berisi penjelasan tentang masalah yang ditemukan, cara untuk menguji masalah tersebut, serta saran perbaikan jika tersedia.
Meski demikian, laporan yang dikirimkan OSS Scanner belum diperiksa oleh manusia. Artinya, tidak semua temuan AI pasti benar. Pengelola perangkat lunak tetap perlu memeriksa laporan tersebut untuk memastikan apakah masalahnya benar-benar ada dan seberapa besar risikonya.
Dalam pengujian awal, Anthropic meminta sejumlah ahli keamanan komputer memeriksa 97 temuan yang dikategorikan memiliki risiko tinggi atau kritis dari 48 proyek perangkat lunak. Hasilnya, 85 temuan dinilai memenuhi standar untuk ditindaklanjuti melalui proses pelaporan celah keamanan. Sebagian temuan lainnya merupakan laporan berulang tentang masalah yang sudah diketahui, sedangkan satu temuan dinyatakan tidak valid.
Sejumlah pengelola proyek juga melaporkan hasil positif dari penggunaan layanan tersebut. Todd Ouska dari wolfSSL menyebut 72 dari 74 laporan yang diterima dinilai valid. Lima temuan di antaranya kemudian memperoleh nomor identifikasi resmi untuk celah keamanan yang dikenal sebagai CVE.
Daniel Stenberg, pengelola perangkat lunak curl, juga menyampaikan bahwa pemindaian tersebut membantu menemukan sejumlah masalah keamanan yang perlu mendapat perhatian. Namun, tingkat bahaya suatu masalah tetap perlu dinilai berdasarkan kondisi dan cara perangkat lunak tersebut digunakan.
OSS Scanner ditujukan bagi proyek perangkat lunak sumber terbuka, yakni program yang kode pembuatannya dapat diakses dan dikembangkan oleh masyarakat sesuai ketentuan lisensinya. Banyak proyek semacam ini digunakan sebagai fondasi bagi aplikasi, situs web, dan berbagai layanan digital.
Untuk menggunakan layanan tersebut, pengelola utama proyek perlu mengajukan permohonan melalui GitHub dengan menambahkan konfigurasi proyek sesuai panduan Anthropic. Perusahaan akan menilai setiap pengajuan berdasarkan kriteria kelayakan, dengan memprioritaskan proyek yang memiliki peran penting dalam infrastruktur digital dan keamanan pengguna.
OSS Scanner dapat diakses melalui situs resmi Anthropic di https://red.anthropic.com/oss-scanner/, sedangkan pengelola proyek yang ingin mengajukan permohonan dapat mengikuti panduan di https://github.com/anthropics/oss-scanner.
- Penulis: Puneo Eka Damatra

Saat ini belum ada komentar