China Perkuat Diplomasi AI Global Lewat Forum WAIC 2026
- account_circle Puneo Eka Damatra
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pontianakdigital.com, Shanghai – Pemerintah China memperkuat diplomasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui penyelenggaraan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Forum tersebut dihadiri Presiden China, Xi Jinping, bersama pelaku industri teknologi dan ilmuwan dari berbagai negara. Kegiatan ini digelar pada Juli 2026 sebagai upaya memperluas kerja sama internasional dalam tata kelola AI sekaligus mendorong pengembangan teknologi AI yang lebih inklusif. Langkah tersebut diwujudkan melalui pemaparan visi diplomasi AI China serta peluncuran berbagai inovasi AI buatan dalam negeri pada forum internasional tersebut.
Dalam pidatonya, Xi Jinping menegaskan pentingnya kerja sama global dalam pengembangan AI agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi berbagai negara. Ia juga mendorong pembentukan mekanisme kerja sama internasasional dalam tata kelola AI di tengah pesatnya perkembangan teknologi tersebut.
Salah satu sorotan dalam konferensi ini adalah peluncuran sistem komputasi AI Atlas 950 SuperPoD oleh Huawei. Teknologi tersebut dirancang menggunakan komponen dalam negeri sebagai bagian dari upaya China memperkuat kemandirian industri AI dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi asing. Selain Huawei, sejumlah perusahaan AI China turut memamerkan model dan infrastruktur AI terbaru mereka.
Forum WAIC 2026 juga menjadi ajang bagi China untuk memperkenalkan gagasan pembentukan organisasi kerja sama AI global yang bertujuan memperluas kolaborasi lintas negara dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Inisiatif tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi China untuk memperkuat perannya dalam penyusunan standar dan tata kelola AI dunia.
Konferensi ini diikuti oleh perwakilan pemerintah, peneliti, akademisi, dan pelaku industri teknologi dari berbagai negara yang membahas perkembangan AI, regulasi, serta peluang kolaborasi internasional di masa mendatang.
- Penulis: Puneo Eka Damatra

Saat ini belum ada komentar